{"id":981,"date":"2024-11-19T13:48:31","date_gmt":"2024-11-19T13:48:31","guid":{"rendered":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/?p=981"},"modified":"2025-09-12T07:49:52","modified_gmt":"2025-09-12T07:49:52","slug":"tingkatkan-reproduksi-fapet-ugm-kembangkan-embrio-berkualitas-pada-hewan-ternak-melalui-metode-ivf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/2024\/11\/19\/tingkatkan-reproduksi-fapet-ugm-kembangkan-embrio-berkualitas-pada-hewan-ternak-melalui-metode-ivf\/","title":{"rendered":"Tingkatkan Reproduksi, Fapet UGM Kembangkan Embrio Berkualitas pada Hewan Ternak Melalui Metode IVF"},"content":{"rendered":"<p>Fakultas Peternakan (Fapet) UGM melalui Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak melakukan terobosan pemanfaatan\u00a0<em>Fertilisasi In Vitro<\/em>\u00a0(IVF) ternak dari beberapa Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Yogyakarta. Kepala Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak Fapet UGM, Prof. Ir. Diah Tri Widayati, M.P., Ph.D.,IPM., mengatakan teknologi reproduksi fertilisasi\u00a0<em>in vitro<\/em>\u00a0merupakan inovasi generasi ketiga dalam teknologi reproduksi yang menawarkan solusi strategis untuk mempercepat peningkatan populasi ternak, perbaikan genetik ternak dan mendukung ketahanan pangan nasional.<\/p>\n<p>\u201cTeknologi reproduksi fertilisasi\u00a0<em>in vitro<\/em>\u00a0(IVF) pada ternak kini semakin diandalkan untuk meningkatkan efisiensi produksi embrio berkualitas tinggi,\u201dkata Diah pada acara Fapet Menyapa, Selasa (19\/11). Fapet Menyapa merupakan forum\u00a0 unggulan untuk menyajikan berbagai capaian, hasil riset dan Tridarma dari Fapet UGM melalui media massa.<\/p>\n<p>Tim Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi lain yang hadir dalam acara tersebut, yaitu Prof. Dr. Ir.\u00a0Sigit Bintara<em>,<\/em>\u00a0M.Si., IPU., ASEAN Eng, Ir. Riyan Nugroho Aji, S.Pt., M.Sc., IPP. dan Dr. Kurniawan Dwi Prihantoko, S.Pt.<\/p>\n<p>Menurut Diah teknologi IVF memungkinkan pemanfaatan oosit (sel telur) dari ovarium yang diperoleh di rumah potong hewan. Biasanya, ovarium dianggap sebagai limbah atau hasil samping, tetapi melalui teknologi IVF, oosit ini dapat digunakan untuk memproduksi embrio.<\/p>\n<p>Fapet UGM, kata Diah, merupakan salah satu pelopor dalam pengembangan teknologi IVF di Indonesia. Melalui kerja sama dengan lembaga penelitian pemerintah seperti Balai Embrio Ternak Cipelang dan pelatihan bagi peneliti, Fapet UGM telah \u00a0mengoptimalkan teknik IVF, mulai dengan pengumpulan oosit, pematangan\u00a0<em>oosit in vitro<\/em>\u00a0(IVM),\u00a0<em>fertilisasi in vitro<\/em>\u00a0serta peningkatan media kultur embrio.<\/p>\n<p>\u201cRiset kami berfokus pada spesies ternak lokal seperti sapi potong, sapi perah, dan kambing serta domba, dengan penggunaan oosit dari ovarium rumah potong hewan untuk meningkatkan efisiensi produksi,\u201dkata Diah.<\/p>\n<p>Peneliti lain dari Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak Fapet UGM, Prof. Dr. Ir.\u00a0Sigit Bintara, M.Si., IPU., ASEAN Eng., menambahkan selain dapat memanfaatkan ovarium dari rumah potong hewan (RPH), teknologi IVF juga mampu untuk meningkatkan produksi dan kualitas ternak, terutama jika dikombinasikan dengan penggunaan sperma dari ternak unggul.<\/p>\n<p>Diah menjelaskan kembali dalam jangka panjang IVF akan berdampak pada ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor ternak. Teknologi ini juga telah banyak digunakan di Amerika Utara, Amerika Selatan dan Eropa, serta menjadi tren global dengan penggunaan embrio produksi\u00a0<em>in vitro<\/em>\u00a0(IVP) yang kini melampaui embrio yang diproduksi secara alami (<em>in vivo<\/em>) melalui\u00a0<em>multiple ovulation and embryo transfer<\/em>\u00a0(moet).<\/p>\n<p>\u201cDengan dukungan kebijakan yang tepat, IVF dapat mempercepat perbaikan genetik ternak lokal, memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menyediakan pasokan protein hewani yang stabil dan berkualitas tinggi, serta membuka peluang ekspor embrio unggul. Adopsi luas teknologi ini berpotensi menjadikannya salah satu pilar utama dalam memperkuat sektor peternakan dan pangan Indonesia di kancah global,\u201durai Diah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: Satria<\/p>\n<p>Foto: Tim media- Tim laboratorium<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakultas Peternakan (Fapet) UGM melalui Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak melakukan terobosan pemanfaatan\u00a0Fertilisasi In Vitro\u00a0(IVF) ternak dari beberapa Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Yogyakarta. Kepala Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak Fapet UGM, Prof. Ir. Diah Tri Widayati, M.P., Ph.D.,IPM., mengatakan teknologi reproduksi fertilisasi\u00a0in vitro\u00a0merupakan inovasi generasi ketiga dalam teknologi reproduksi yang menawarkan solusi strategis untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":982,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"class_list":["post-981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge-translation"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=981"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/981\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":983,"href":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/981\/revisions\/983"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kanalpengetahuan.fapet.ugm.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}